Translate

Friday, September 3, 2021

Materi Sejarah Kelas X

Pengertian Sejarah : Zaman Sejarah Dan Prasejarah

SILAHKAN DOWNLOAD MATERI SEJARAH DIBAWAH INI !!!
MEMAHAMI SEJARAH ppt (DOWNLOAD)
METODOLOGI SEJARAH ppt (DOWNLOAD)
PRINSIP-PRINSIP DASAR PENELITIAN SEJARAH ppt (DOWNLOAD)
MATERI KELAS X (DOWNLOAD)
PALEOLITHIKUM ppt (DOWNLOAD)
MESOLITHIKUM ppt (DOWNLOAD)
NEOLITHIKUM ppt (DOWNLOAD)
ZAMAN LOGAM ppt (DOWNLOAD)

Sejarah, dalam bahasa Indonesia dapat berarti riwayat kejadian masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal usul keturunan (terutama untuk raja-raja yang memerintah).

Kata Sejarah berasal dari kata Syajaratun atau Syajarah dalam bahasa Arab yang artinya pohon atau silsilah. Umumnya sejarah atau ilmu sejarah diartikan sebagai informasi mengenai kejadian yang sudah lampau. Sebagai cabang ilmu pengetahuan, mempelajari sejarah berarti mempelajari dan menerjemahkan informasi dari catatan-catatan yang dibuat oleh orang perorang, keluarga, dan komunitas. Pengetahuan akan sejarah melingkupi: pengetahuan akan kejadian-kejadian yang sudah lampau serta pengetahuan akan cara berpikir secara historis.

Dahulu, pembelajaran mengenai sejarah dikategorikan sebagai bagian dari Ilmu budaya (Humaniora). Akan tetapi, di saat sekarang ini, Sejarah lebih sering dikategorikan sebagai Ilmu sosial, terutama bila menyangkut perunutan sejarah secara kronologis.

Ilmu sejarah mempelajari berbagai kejadian yang berhubungan dengan kemanusiaan di masa lalu. Sejarah dibagi ke dalam beberapa sub dan bagian khusus lainnya seperti kronologi, historiografi, genealogi, paleografi, dan kliometrik. Orang yang mengkhususkan diri mempelajari sejarah disebut sejarawan.

Ilmu sejarah juga disebut sebagai Ilmu tarikh.
Daftar isi
  1. Klasifikasi
  2. Catatan Sejarah
  3. Sejarah dan Prasejarah
  4. Etimologi
  5. Historiografi
  6. Metode Kajian Sejarah
  7. Belajar dari Sejarah
  8. Lihat pula
Klasifikasi
Karena lingkup sejarah sangat besar, perlu klasifikasi yang baik untuk memudahkan penelitian. Bila beberapa penulis, seperti H. G. Wells, Will dan Ariel Durant, menulis sejarah dalam lingkup umum, kebanyakan ahli sejarah memiliki keahlian dan spesialisasi masing-masing.

Ada banyak cara untuk memilah informasi atau tema sejarah, misalnya:
  • Berdasarkan kurun waktu (kronologis)
  • Berdasarkan wilayah (geografis)
  • Berdasarkan negara (nasional)
  • Berdasarkan kelompok suku bangsa (etnis)
  • Berdasarkan topik/pokok bahasan (topikal)
  • Dan masih banyak lain lagi pemilahan informasi sejarah.
Dalam pemilahan tersebut haruslah diperhatikan bagaimana cara penulisannya, seperti melihat batasan-batasan temporal dan spasial tema itu sendiri. Jika hal tersebut tidak dijelaskan, maka sejarawan mungkin akan terjebak ke dalam falsafah ilmu lain, seperti sosiologi contohnya. Inilah sebabnya Immanuel Kant yang disebut-sebut sebagai Bapak Sosiologi mengejek sejarah sebagai penata batu bata dari fakta-fakta sosiologis.

Banyak orang yang mengkritik Ilmu Sejarah. Para pengkritik melihat sejarah sebagai sesuatu yang tidak ilmiah karena tidak memenuhi faktor-faktor keilmuan, terutama faktor “dapat dilihat atau dicoba kembali”. Artinya sejarah hanya dipandang sebagai pengetahuan belaka, bukan sebagai ilmu. Akan tetapi, Ilmu Sejarah terus berkembang dan menunjukkan dirinya masuk dalam tataran ilmu.

Catatan Sejarah
Ahli sejarah mendapatkan informasi mengenai masa lampau dari berbagai sumber, seperti catatan yang ditulis atau dicetak, mata uang atau benda bersejarah lainnya, bangunan dan monumen, serta dari wawancara (yang sering disebut sebagai “sejarah penceritaan”, atau oral history dalam bahasa Inggris). Untuk sejarah modern, sumber-sumber utama informasi sejarah adalah: foto, gambar bergerak (misalnya: film layar lebar), audio, dan rekaman video. Tidak semua sumber-sumber ini dapat digunakan untuk penelitian sejarah, karena tergantung pada periodeyang hendak diteliti atau dipelajari. Penelitian sejarah juga bergantung pada historiografi, atau cara pandang sejarah, yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Ada banyak alasan mengapa orang menyimpan dan menjaga catatan sejarah, termasuk: alasan administratif (misalnya: keperluan sensus, catatan pajak, dan catatan perdagangan), alasan politis (guna memberi pujian atau kritik pada pemimpin negara, politikus, atau orang-orang penting), alasan keagamaan, kesenian, pencapaian olah raga (misalnya: rekor Olimpiade), catatan keturunan (genealogi), catatan pribadi (misalnya surat-menyurat), dan hiburan.

Namun dalam penulisan sejarah, sumber-sumber tersebut perlu dipilah-pilah. Metode ini disebut dengan kritik sumber. Kritik sumber dibagi menjadi dua macam, yaitu ekstern dan intern. Kritik ekstern adalah kritik yang pertama kali harus dilakukan oleh sejarawan saat dia menulis karyanya, terutama jika sumber sejarah tersebut berupa benda. Yakni dengan melihat validisasi bentuk fisik karya tersebut, mulai dari bentuk, warna dan apa saja yang dapat dilihat secara fisik. Sedang kritik intern adalah kritik yang dilihat dari isi sumber tersebut, apakah dapat dipertanggungjawabkan atau tidak.

Wawancara juga dipakai sebagai sumber sejarah. Namun perlu pula sejarawan bertindak kritis baik dalam pemilahan narasumber sampai dengan translasi ke bentuk digital atau tulisan.

Sejarah dan Prasejarah
Dulu, penelitian tentang sejarah terbatas pada penelitian atas catatan tertulis atau sejarah yang diceritakan. Akan tetapi, seiring dengan peningkatan jumlah akademik profesional serta pembentukan cabang ilmu pengetahuan yang baru sekitar abad ke-19 dan 20, terdapat pula informasi sejarah baru. Arkeologi, antropologi, dan cabang-cabang ilmu sosial lainnya terus memberikan informasi yang baru, serta menawarkan teori-teori baru tentang sejarah manusia. Banyak ahli sejarah yang bertanya: apakah cabang-cabang ilmu pengetahuan ini termasuk dalam ilmu sejarah, karena penelitian yang dilakukan tidak semata-mata atas catatan tertulis? Sebuah istilah baru, yaitu nirleka, dikemukakan. Istilah “pra-sejarah” digunakan untuk mengelompokkan cabang ilmu pengetahuan yang meneliti periode sebelum ditemukannya catatan sejarah tertulis.

Pada abad ke-20, pemisahan antara sejarah dan prasejarah mempersulit penelitian. Ahli sejarah waktu itu mencoba meneliti lebih dar sekadar narasi sejarah politik yang biasa mereka gunakan. Mereka mencoba meneliti menggunakan pendekatan baru, seperti pendekatan sejarah ekonomi, sosial, dan budaya. Semuanya membutuhkan bermacam-macam sumber. Di samping itu, ahli pra-sejarah seperti Vere Gordon Childe menggunakan arkeologi untuk menjelaskan banyak kejadian-kejadian penting di tempat-tempat yang biasanya termasuk dalam lingkup sejarah (dan bukan pra-sejarah murni). Pemisahan seperti ini juga dikritik karena mengesampingkan beberapa peradaban, seperti yang ditemukan di Afrika Sub-Sahara dan di Amerika sebelum kedatangan Columbus.

Akhirnya, secara perlahan-lahan selama beberapa dekade belakangan ini, pemisahan antara sejarah dan prasejarah sebagian besar telah dihilangkan.

Sekarang, tidak ada yang tahu pasti kapan sejarah dimulai. Secara umum sejarah diketahui sebagai ilmu yang mempelajari apa saja yang diketahui tentang masa lalu umat manusia (walau sudah hampir tidak ada pemisahan antara sejarah dan prasejarah, ada bidang ilmu pengetahuan baru yang dikenal dengan Sejarah Besar). Kini sumber-sumber apa saja yang dapat digunakan untuk mengetahui tentang sesuatu yang terjadi di masa lampau (misalnya: sejarah penceritaan, linguistik, genetika, dan lain-lain), diterima sebagai sumber yang sah oleh kebanyakan ahli sejarah.

Etimologi
Kata “sejarah” secara harafiah berasal dari kata Arab yang artinya pohon. Dalam bahasa Arab sendiri sejarah disebut (tarikh). Kata “tarikh” dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih adalah “waktu”.

Historiografi
Historiografi adalah adalah ilmu yang meneliti dan mengurai informasi sejarah berdasarkan sistem kepercayaan dan filsafat. Walau tentunya terdapat beberapa bias (pendapat subjektif) yang hakiki dalam semua penelitian yang bersifat historis (salah satu yang paling besar di antaranya adalah subjektivitas nasional), sejarah dapat dipelajari dari sudut pandang ideologis, misalnya: historiografi Marxisme.

Ada pula satu bentuk pengandaian sejarah (spekulasi mengenai sejarah) yang dikenal dengan sebutan “sejarah virtual” atau “sejarah kontra-faktual” (yaitu: cerita sejarah yang berlawanan — atau kontra — dengan fakta yang ada). Ada beberapa ahli sejarah yang menggunakan cara ini untuk mempelajari dan menjelajahi kemungkinan-kemungkinan yang ada apabila suatu kejadian tidak berlangsung atau malah sebaliknya berlangsung. Hal ini mirip dengan jenis cerita fiksi sejarah alternatif.

Metode Kajian Sejarah
Ahli-ahli sejarah terkemuka yang membantu mengembangkan metode kajian sejarah antara lain: Leopold von Ranke, Lewis Bernstein Namier, Geoffrey Rudolf Elton, G. M. Trevelyan, dan A. J. P. Taylor. Pada tahun 1960an, para ahli sejarah mulai meninggalkan narasi sejarah yang bersifat epik nasionalistik, dan memilih menggunakan narasi kronologis yang lebih realistik.

Ahli sejarah dari Perancis memperkenalkan metode sejarah kuantitatif. Metode ini menggunakan sejumlah besar data dan informasi untuk menelusuri kehidupan orang-orang dalam sejarah.

Ahli sejarah dari Amerika, terutama mereka yang terilhami zaman gerakan hak asasi dan sipil, berusaha untuk lebih mengikutsertakan kelompok-kelompok etnis, suku, ras, serta kelompok sosial dan ekonomi dalam kajian sejarahnya.

Dalam beberapa tahun kebelakangan ini, ilmuwan posmodernisme dengan keras mempertanyakan keabsahan dan perlu tidaknya dilakukan kajian sejarah. Menurut mereka, sejarah semata-mata hanyalah interpretasi pribadi dan subjektif atas sumber-sumber sejarah yang ada. Dalam bukunya yang berjudul In Defense of History (terj: Pembelaan akan Sejarah), Richard J. Evans, seorang profesor bidang sejarah modern dari Univeritas Cambridge di Inggris, membela pentingnya pengkajian sejarah untuk masyarakat.

Belajar dari Sejarah
Sejarah adalah topik ilmu pengetahuan yang sangat menarik. Tak hanya itu, sejarah juga mengajarkan hal-hal yang sangat penting, terutama mengenai: keberhasilan dan kegagalan dari para pemimpin kita, sistem perekonomian yang pernah ada, bentuk-bentuk pemerintahan, dan hal-hal penting lainnya dalam kehidupan manusia sepanjang sejarah. Dari sejarah, kita dapat mempelajari apa saja yang mempengaruhi kemajuan dan kejatuhan sebuah negara atau sebuah peradaban. Kita juga dapat mempelajari latar belakang alasan kegiatan politik, pengaruh dari filsafat sosial, serta sudut pandang budaya dan teknologi yang bermacam-macam, sepanjang zaman.

Salah satu kutipan yang paling terkenal mengenai sejarah dan pentingnya kita belajar mengenai sejarah ditulis oleh seorang filsuf dari Spanyol, George Santayana. Katanya: “Mereka yang tidak mengenal masa lalunya, dikutuk untuk mengulanginya.”

Filsuf dari Jerman, Georg Wilhelm Friedrich Hegel mengemukakan dalam pemikirannya tentang sejarah: “Inilah yang diajarkan oleh sejarah dan pengalaman: bahwa manusia dan pemerintahan tidak pernah belajar apa pun dari sejarah atau prinsip-prinsip yang didapat darinya.” Kalimat ini diulang kembali oleh negarawan dari Inggris Raya, Winston Churchill, katanya: “Satu-satunya hal yang kita pelajari dari sejarah adalah bahwa kita tidak benar-benar belajar darinya.”

Winston Churchill, yang juga mantan jurnalis dan seorang penulis memoar yang berpengaruh, pernah pula berkata “Sejarah akan baik padaku, karena aku akan menulisnya.” Tetapi sepertinya, ia bukan secara literal merujuk pada karya tulisnya, tetapi sekadar mengulang sebuah kutipan mengenai filsafat sejarah yang terkenal: “Sejarah ditulis oleh sang pemenang.” Maksudnya, seringkali pemenang sebuah konflik kemanusiaan menjadi lebih berkuasa dari taklukannya. Oleh karena itu, ia lebih mampu untuk meninggalkan jejak sejarah — dan pemelesetan fakta sejarah — sesuai dengan apa yang mereka rasa benar.

Pandangan yang lain lagi menyatakan bahwa kekuatan sejarah sangatlah besar sehingga tidak mungkin dapat diubah oleh usaha manusia. Atau, walaupun mungkin ada yang dapat mengubah jalannya sejarah, orang-orang yang berkuasa biasanya terlalu dipusingkan oleh masalahnya sendiri sehingga gagal melihat gambaran secara keseluruhan.

Masih ada pandangan lain lagi yang menyatakan bahwa sejarah tidak pernah berulang, karena setiap kejadian sejarah adalah unik. Dalam hal ini, ada banyak faktor yang menyebabkan berlangsungnya suatu kejadian sejarah; tidak mungkin seluruh faktor ini muncul dan terulang lagi. Maka, pengetahuan yang telah dimiliki mengenai suatu kejadian di masa lampau tidak dapat secara sempurna diterapkan untuk kejadian di masa sekarang. Tetapi banyak yang menganggap bahwa pandangan ini tidak sepenuhnya benar, karena pelajaran sejarah tetap dapat dan harus diambil dari setiap kejadian sejarah. Apabila sebuah kesimpulan umum dapat dengan seksama diambil dari kejadian ini, maka kesimpulan ini dapat menjadi pelajaran yang penting. Misalnya: kinerja respon darurat bencana alam dapat terus dan harus ditingkatkan; walaupun setiap kejadian bencana alam memang, dengan sendirinya, unik.

sumber : Pengantar Ilmu sejarah

TRADISI SEJARAH DALAM MASYARAKAT INDONESIA

MASA PRA-AKSARA DAN MASA AKSARA


A.   TRADISI SEJARAH DALAM MASYARAKAT INDONESIA MASA PRA-AKSARA

FOLKLORE

Kata folklor merupakan pengindonesiaan dari bahasa Inggris folkore. Kata tersebut merupakan kata majemuk yang berasal dari dua kata dasar yaitu folk dan lore. Menurut Alan Dundes kata Folk berarti sekelompok orang yang memiliki ciri-ciri pengenal fisik, sosial dan kebudayaan sehingga dapat dibedakan dari kelompok-kelompok sosial lainnya.Ciri-ciri pengenal itu antara lain berupa : Warna kulit, bentuk rambut, mata pencaharian, bahasa, taraf pendidikan, dan agama yang sama.

Agar dapat membedakan foklor dengan kebudayaan lainnya, maka harus diketahui ciri-ciri pengenal utama folklor yang dapat dirumuskan sebagai berikut :

    Penyebaran dan pewarisannya biasanya dilakukan secara lisan, yaitu melalui tutur kata dari mulut ke mulut dari satu generasi ke generasi berikutnya.
  •     Foklor bersifat tradisional, yaitu disebarkan dalam bentuk relatif tetap atau dalam bentuk standar.
  •     Foklor berkembang dalam versi-versi yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan penyebarannya secara lisan sehingga foklor mudah mengalami perubahan. Akan tetapi bentuk dasarnya tetap bertahan.
  •     Foklor bersifat anonim, artinya pembuatnya sudah tidak diketahui lagi orangnya.
  •     Foklor biasanya mempunyai bentuk berpola. Kata-kata pembukanya  misalnya Menurut sahibul hikayat…(menurut yang empunya cerita) atau dalam bahasa Jawa misalnya dimulai dengan kalimat Anuju sawijining dina (pada suatu hari).
  •     Foklor mempunyai kegunaan (function) dalam kehidupan kolektif. Cerita rakyat misalnya berguna sebagai alat pendidikan, pelipur lara, protes sosial, dan cerminan keinginan terpendam.
  •     Foklor bersifat pralogis, yaitu mempunyai logika sendiri yang tidak sesuai dengan logika umum. Ciri ini terutama berlaku bagi foklor lisan dan sebagian lisan.
  •     Foklor menjadi milik bersama (colective) dari kolektif tertentu.
  •     Foklor pada umumnya bersifat lugu atau polos, sehingga seringkali kelihatannya kasar atau terlalu sopan. Hal ini disebabkan banyak foklor merupakan proyeksi (cerminan) emosi manusia yang  jujur.

Sehubungan dengan pembagian kebudayaan itu, maka Jan Harold Brunvand, seorang ahli foklor Amerika Serikat, membagi foklor ke dalam tiga kelompok besar berdasarkan tipenya sebagai berikut :

a.   Folklore lisan (verbal foklore). Foklor jenis ini dikenal juga sebagai fakta mental (mentifact) meliputi :
  1.     Bahasa rakyat seperti logat bahasa (dialect),slang, bahasa tabu, onomatis.
  2.     Ungkapan tradisional seperti peribahasa dan sindiran.
  3.     Pertanyaan tradisonal yang dikenal sebagai teka-teki.
  4.     Sajak dan puisi rakyat, seperti pantun dan syair.
  5.     Cerita prosa rakyat. Menurut William R. Bascom, cerita prosa rakyat dapat dibagi ke ddalam tiga golongan  besar, yaitu : (1) mite (myth), (2) legenda (legend), (3) dongeng (folktale). Seperti Malin Kundang dari Sumatera Barat, Sangkuriang dari Jawa Barat, Roro Jonggrang dari jawa Tengah, Jaya Prana dan Layonsari dari Bali, dan sebagainya.
  6.     Nyanyian rakyat, seperti Jali-jali dari Betawi, Ampar Ampar Pisang dari Kalimantan, Olesio dari Ambon, dan sebagainya.

b.    Folklore sebagian  lisan (partly verbal foklore). Foklor ini dikenal juga sebagai fakta sosial (social fact),meliputi :
  1.     Kepercayaan dan takhayul.
  2.     Permainan dan hiburan rakyat setempat.
  3.     Teater rakyat, seperti lenong, ketoprak, ludruk, dan sebagainya.
  4.     Tari rakyat, seperti Tari Tayuban, Doger, Jarang kepang, Ngibing dan sebagainya.
  5.     Adat kebiasaan, seperti gotong royong dalam  pembuatan jalan, rumah atau pesta selamatan, khitanan dan sebagainya.
  6.     Upacara tradisional seperti tingkeban, turun tanah, temu manten, dan sebagainya.
  7.     Pesta rakyat tradisional seperti bersih desa sesudah panen, selamatan dan sebagainya.

c.    Folklore bukan lisan ( non verbal foklore). Foklor ini juga dikenal sebagai artefak (artifact) meliputi :
  1.     Arsitektur bangunan rumah yang tradisional, seperti Joglo di Jawa, Rumah Gadang di Minangkabau, rumah Betang di Kalimantan, Honay di Papua.
  2.     Seni kerajinan tangan tradisional.
  3.     Pakaian tradisional.
  4.     Obat-obatan rakyat.
  5.     Alat-alat musik tradisional.
  6.     Peralatan dan senjata yang khas tradisional.
  7.     Makanan dan minuman khas daerah.

C.   TRADISI SEJARAH DALAM MASYARAKAT INDONESIA MASA AKSARA

1.   MUNCULNYA TRADISI TULISAN DI INDONESIA
Sebuah naskah kuno yang dapat menghubungkan antara tradisi lisan dengan tradisi tulisan adalah kisah tentang asal-usul abjad Jawa, yang lebih dikenal dengan Legenda Aji Saka.  Beberapa ahli memiliki kesimpulan bahwa Legenda Aji Saka ini memiliki hubungan dengan penggunaan Kalender Saka.

2.   REKAMAN TERTULIS DALAM TRADISI SEJARAH MASYARAKAT BERBAGAI DAERAH DI INDONESIA

PRASASTI
Berdasarkan bahasa dan tulisan yang dipergunakan prasasti-prasasti di Indonesia dapat dibagi menjadi :
a.   Prasasti Berbahasa Sansekerta
b.   Prasasti Berbahasa Jawa Kuno
c.   Prasasti Berbahasa Melayu Kuno
d.   Prasasti Berbahasa Bali Kuno

KITAB KUNO

ZAMAN HINDU-BUDDHA

Hasil-hasil kesusasteraan zaman Indonesia Klasik itu ditulis dalam bentuk gancaran (prosa) dan tembang (syair). Namun sebagian besar berbentuk tembang. Tembang Jawa Kuno biasanya disebut dengan Kakawin, Sedangkan tembang Jawa tengahan disebut Kidung. Ditinjau dari segi isi, maka kitab-kitab kuno dari zaman Hindu-Buddha itu dapat dibagi menjadi :
1.   Tutur
2.   Sastra
3.   Wiracarita
4.   Kitab Sejarah
Kitab Negarakertagama
Hasil-hasil kesusasteraan dari zaman Majapahit yang dimaksudkan sebagai sebagai kitab sejarah disamping kitab sastra adalah sebagai berikut :
1.   Nagarakertagama,
2.   Pararaton,
3.   Sundayana
4.   Panji Wijayakrama,
5.   Ranggalawe,
6.   Sorandaka,
7.   Pamancangah,
8.   Usana Jawa,
9.   Usana Bali,

ZAMAN ISLAM

Pada zaman kerajaan Islam berkembang di Indonesia muncul karya kesusasteraan yang juga dapat dipergunakan sebagai sumber penulisan sejarah (sejarah tradisional) sebagi berikut  :
1.       Babad / Sejarah
2.       Hikayat Raja Raja Pasai
3.       Sejarah Melayu (Sulalat Us-Salatin)
4.       Babad Tanah Jawi
5.       Babad Giyanti
6.       Hikayat Hasanuddin
7.       Bustan Us-Salatin

Raja Krtanegara Pengikut Setia Agama Buddha Tantra

Krtanagara adalah seorang pengikut setia agama Buda Tantra yang telah dinobat sebagai Jina (Dhyani Buddha) maka bergelar Jnanasiwabajra Aksobhya selanjutnya dikukuhkan ke dalam simbol Arca JOKO DOLOK (arca perwujudan KRTANAGARA).

Maka itu dalam Serat Pararaton dan berbagai Prasasti, setelah Krtanagara tiada ia disebut Siwabuddha, dan di dalam Nagarakrtagama disebutnya Siwabuddhaloka. 

Pada batur alas sandaran arca Joko Dolok nya terdapat tulisan Jawa kuno (prasasti Wurare) berangka tahun 1211 C (1289 M) memuat fakta sejarah kerajaan Singosari. 

Inti isi pesannya adalah: 
1.Dahulu kala tanah Jawa dibagi 2 oleh Arrya Bharrad dinamakan dengan Jenggala dan Pamjalu.

2.Namun pada jaman raja Wisnuwardhana, kedua daerah terpecah itu berhasil disatukan kembali.

3.Raja yang memerintahkan pembuatan prasasti ditasbihkan sebagai Cri Jnanjaciwabajra dan perwujudannya sebagai Jina Mahasobya.

4.Prosesi pentasbihan tersebut di kburan Wurare. Dalam waktu singkat sang raja berhasil menyatukan daerah-daerah yang terpecah belah.

5.Nada adalah nama pembuat prasasti tersebut.

Keterangan itu menyiratkan peristiwa sangat penting sejarah Jawa Timur tatkala Kerajaan Kahuripan (Airlangga) memutuskan membagi dua kerajaannya menjadi mandala bagi kedua anaknya semata untuk mencegah terjadinya perang saudara. 

Demikinlah Bagian TIMUR disebut JANGGALA dan dan bagian BARAT disebut PANJALU. Tugas membelah mandala dibantu MPU BHARADA (Brahmana dari NUSA BALI) Selang beberapa abad kemudian Wisnuwardhana (Raja SINGHA SARI) berhasil mempersatukan kembali. 

Wisnuwardhana juga disebut Nararyya Sminingrat, mem pererat ikatan politik dengan mempertemukan putrinya bernama Turuk Bali dengan raja Kadiri Jayakatwang agar tidak lagi teradi perebutan kekuasaan. 

Perkawinan politik tersebut juga diteruskan Krtanagara (putra Wisnuwardhana dari Sri Jayawisnuwarddhana) yakni menikahkan salah satu putrinya dengan putra Jayakatwang bernama Ardharaja. 

Selanjutnya Krtanagara dikukuhkan sebagai Jina Mahasobhya maka ia bergelar Srijnyanja Siwabajra. Disamping berkaitan dengan unsur religi juga alasan politik dengan kaisar Mongol Kubilai Khan yang ingin menguasai Jawa (tahun 1211 S/1289M).

Saat yang sama Kaisar Mongol (Kubilai Khan) telah dikukuhkan sebagai Jina Mahamitha. Gelar yang sejajar dengan Jina Mahasobhya Krtanagara.

Jikalau MAHAKSOBHYA = DEWA PENGUASA ANGIN TIMUR; maka MAHANMITHA adalah PENGUASA ANGIN BARAT. Maka keduanya sejajar, inilah bukti kePERKASAAN KRTANAGARA. 

Ia TIDAK SUDI bangsanya DIJAJAH oleh bangsa mana pun namun juga tidak suka menjajah yang lain karena itu perwujudan perdamaianya disampaikan melalui Prasasti (JOKO DOLOK) Wurare sebagai bukti keberani annya yang tidak ingin dijajah oleh bangsa lain mana pun. 

Nampak betapa raut mukanya yang disampaikannya dalam Arca Joko Dolok demikian teduh, tangannya bhumisparsamudra (telapak tangan kiri tertutup seolah menyentuh bumi).

Sunday, February 17, 2019

Soal Ujian Akhir Sekolah


Petunjuk        : Pilihlah jawaban dibawah ini yang paling benar !

1. Sejarah telah menjadi pengetahuan yang penting dalam kehidupan suatu bangsa dan Negara, karena dengan mempelajari sejarah kita akan …
a. merasa memiliki dan pernah mengalami sejarah itu sendiri     
b. mengetahui tentang kehidupan masyarakat dan peristiwa di masa lampau
c. memiliki peran untuk memajukan bangsa dan negara
d. merasa bangga terhadap peristiwa-peristiwa di masa lampau
e. diakui sebagai bangsa dan negara

2. Sejarah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia dan perkembangan zaman karena masa sejarah meliputi...
a. masa lampau dan masa yang akan datang           
b. masa sekarang                        
c. masa lampau dan masa sekarang
d. Masa lampau dan masa sekarang
e. Masa lampau, sekarang dan masa yang akan datang

3. Suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia, merupakan pengertian sejarah secara...
a. khusus               b. Harfiah                  c. Istilah                     d. Umum                   e. Ilmu

4. Peristiwa sejarah merupakan peristiwa yang abadi, karena peristiwa itu ...
a. tidak pernah berubah                                      d. Menjadi pedoman hidup masyarakat
b. hanya terjadi satu kali                                     e. Menjadi momentum yang sangat penting
c. merupakan peristiwa yang penting

5. Pengetahuan sejarah menjadi sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena ...
a. mempelajari peristiwa yang terjadi pada masa lampau   
b. menyelidiki berbagai peninggalan manusia di masa lampau
c. dapat dijadikan pedoman hidup suatu bangsa dan negara
d. sejarah tidak pernah terlepas dari masa lampau
e. sejarah mempelajari kehidupan masyarakat dari masa lampau

6. Ciri bangunan dari zaman Megalithikum yang menjadi dasar pembangunan candi adalah ...
a. Punden berundak-undak                               d. Menhir
b. Sarkofagus                                                        e. Waruga
c. dolmen

7. Ciri-ciri kehidupan zaman Neolithikum adalah ...
a. nomaden, bercocok tanam, beternak
b. food gathering, semi nomaden, beternak
c. menetap, beternak, bercocok tanam
d. menetap food gathering, perdagangan barter
e. menetap, nelayan, food gathering

8. Perhatikan gambar dibawah ini !

Gambar ini merupakan jenis apa ?
a.      Kapak perimbas
b.      Kapak genggam
c.      Chopper
d.      Alat  serpih
e.      Kapak lonjong




9. Dari gambar soal no. 8 merupakan hasil peninggalan pada masa ...
a. Paleolithikum                           c. Mesolilhikum                                 e. neolithikum
b. Megalithikum                            d. Perundagian

10.  Adanya kepercayaan asli nenek moyang bangsa Indonesia dalam bentuk punden berundak dapat dilihat pada bangunan ibadat agama Buddha, yaitu ...
a. candi Muara Takus                                                    d. Candi Gunung Wukir
b. candi Prambanan                                                      e. candi Dieng
c. candi Borobudur           

11. Susunan masyarakat Hindu terdiri dari kasta-kasta. Golongan pedagang dalam masyarakat Hindu berasal dari kasta ....
a. Brahmana                               c. Waisya                               e. Paria
b. Ksatria                                     d. Sudra

12. Ken Arok merupakan raja pertama Kerajaan ......
a. Kediri                                       c. Majapahit                          e. Kutai
b. Ho-ling                                     d. Singasari

13. Apa nama gelar Ken Arok .....
a. Sri Rangga Rajasa Sang Amurwabumi               d. Kertarajasa Jayawisnuwardana
b. Sri Jaya Wisnuwardana                                           e. Rajasanegara
c. Kertarajasa Jayawardana

14. Bangunan agama Hindu yang digunakan untuk menyimapan abu jenasah atau memuliakan arwah raja disebut ....
a. makam                                                c. Prasasti                              e. Relief
b. Candi                                       d. Gapura

15. Patung Dewa yang memiliki ciri bermuka empat dan sebagai dewa pencipta adalah .....
a. Durga               b. Shiwa                    c. Ganeça                  d. Brahma                 e. Wisnu

16. Tindakan VOC yang sangat merugikan rakyat Indonesia dalam hal perdagangan rempah-rempah adalah dengan adanya praktek ...
a. Devide et Impera                    c. Priangan stelsel               e. pelayaran Hongi
b. monopoli                                 d. consentrasi stelsel

17. Keberadaan VOC di Indonesia menimbulkan reaksi dan perlawanan rakyat di berbagai daerah sebab VOC …..
a. menjalankan politik tanam paksa 
b. menarik pajak terlalu tinggi
c. memiliki hak octrooi
d. menjalankan sistem monopoli dalam perdagangan
e. berhak memiliki tentara

18. Jalan raya Anyer – Panarukan, adalah bukti sejarah pelaksanaan kerja rodi pada masa pemerintahan ...
a. van den Bosch                       c. Daendels                           e. Raffles
b. Janssens                                 d. J.P Coen

19. Munculnya golongan terpelajar di Indonesia adalah sebagai akibat dari adanya ...
a. tanam paksa                           c. kerja rodi                            e. politik etis
b. politik air hangat                     d. politik adu domba

20. Perlawanan rakyat menentang penjajahan Belanda yang mengakibatkan pngeluaran biaya perang yang tinggi bagi Belanda dan berdampak terhadap pembubaran VOC adalah perang ….
a. Padri                                        c. Pattimura                                       e. Aceh
b. Diponegoro                             d. Jagaraga

21. Nasionalisme merupakan suatu paham kebangsaan yang dapat diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan bentuk ….
a. kesetiaan pada pemimpin partai politik               d. mengikuti partai pemilu
b. kepercayaan pada bangsa asing                          e. kesetiaan pada sukunya
c. kesetiaan rakyat pada negaranya

22. Jepang membentuk Gerakan 3A dengan tujuan ...
a. menarik simpati para pemuda agar membantu Jepang melawan sekutu
b. memberi jaminan keamanan bagi masyarakat Indonesia
c. meyakinkan bangsa Indonesia bahwa Jepang sebagai negara terkuat di Asia
d. memberi peluang para pemimpin Indonesia dalam pemerintahan
e. menarik simpati bangsa Indonesia

23. Badan yang dibentuk dengan tugas menggantikan peranan BPUPKI dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia adalah ...
a. PPKI                 b. KNIP                      c. PUTERA               d. PETA         e. BKR

24. Salah satu keputusan penting yang diambil dalam sidang PPKI yang pertama adalah membentuk Komite Nasional dengan tugas ...
a. berperan sebagai MPR                                 d. Sebagai menteri koordinator
b. pelengkap                                                       e. Membantu presiden
c. berperan sebagai DPR

25. Berikut ini merupakan perjuangan bersenjata bangsa Indonesia dalam rangka mempertahankan kemerdekaan, kecuali ...
a. pertempuran surabaya          c. Konferensi Meja Bundar             e. Bandung Lautan Api
b. Palagan Ambarawa               d. Perang Puputan Magarana

26. Bandung lautan Api adalah salah satu perlawanan Indonesia menentang segala bentuk penjajahan dalam rangka ...
a. merebut kemerdekaan Indonesia                            d. mencapai kemerdekaan Indonesia
b. menegakkan dan mempertahankan Indonesia     e. mengusir penjajah di Indonesia
c. mencapai cita-cita pembangunan bangsa Indonesia


27. Atas dasar latar belakang histories. Hari lahirnya TNI diperingati setiap !
a. 3 Oktober                                 c. 5 Oktober               e. 7 Oktober 
b. 4 Oktober                                 d. 6 Oktober 

28. Sebelum DPR dan MPR dibentuk, badan yang berfungsi sebagai lembaga legislatif adalah
a. KNIP                b. BKR           c. Kabinet                  d. PPKI                       e. BPUPKI

29. Sejak Jepang menyerah kepada Sekutu tanggal 15 Agustus 1945 Indonesia dalam keadaan ”vacum” maksudnya ....
a. di bawah kekuasaan Jepang                                  d. Dibawah kekuasaan Belanda
b. di bawah kekuasaan Sekutu                                  e. Terjadi kekosongan kekuasaan
c. dibawah kekuasaan PBB

30. Tujuan dari peristiwa Rengasdengklok adalah ....
a. melarang Bung Karno-Hatta berhubungan dengan Jepang maupun Belanda
b. mempersiapkan teks proklamasi kemerdekaan
c. menjauhkan Bung Karno-Hatta dari pengaruh Jepang
d. mempersiapkan Bung Karno-Hatta sebagai presiden dan wakil presiden
e. mendesak Bung Karno-Hatta untuk memimpin perang melawan Jepang

31. Setelah Perang Dunia II berakhir, wilayah Indonesia menjadi tanggung jawab ...
a. Jepang                        b. Belanda                 c. Inggris            d. Amerika Serikat           e. Perancis

32. Dasar hukum bagi pemerintahan Orde Baru adalah ....
a. dukungan rakyat                               c. UUD 1945                         e. Pancasila
b. keputusan presiden RI                     d. Supersemar

33. Pada masa Orde Baru pemerintahan yang dijalankan menganut sistem ....
a. dekonsentrasi                                    c. Sentralisasi                       e. Otonomi luas
b. desentralisasi                         d. Otonomi daerah

34. Meskipun pembangunan Orde Baru berkembang pesat, namun kesejahteraan rakyat tidak meningkat. Hal ini terjadi karena ....
a. rakyat sulit disejahterakan
b. tidak menyadari pentingnya kemakmuran rakyat
c. tidak mampu menyelenggarakan pemilu yang bersih
d. tidak mampu meratakan hasil pembangunan
e. perekonomian hancur

35. Asas pelaksanaan pemilu pada masa Orde Baru adalah ....
a. bersatu dan berdaya guna                                      d. Langsung, umum, bebas dan rahasia
b. bertanggung jawab dan dapat dipercaya             e. Adil dan merata
c. tidak menyelenggarakan pemilu yang bersih

36. Agenda utama yang dianggap penting dalam proses awal berlangsungnya reformasi di Indonesiaadalah ....
a. turunkan harga                      c. Turunkan Soeharto                     e. Bentuk kabinet baru
b. hapus KKN                             d. Hapus dwi fungsi ABRI

37. Dibawah ini BUKAN isi agenda reformasi, yaitu ....
a. mendukung KKN                                          d. melakukan amandemen terhadap UUD 1945
b. menghapus dwifungsi ABRI                                   e. mengadili Soeharto dan kroni-kroninya
c. penegakan supremasi hukum di Indonesia

38. KH Abdurahman Wahid terpilih sebagai presiden berdasar ....
a. pilihan rakyat langsung                   c. Sidang Istimewa MPR    e. hasil pemilu 1999
b. pemungutan suara DPR                 d. Sidang Umum MPR


39. Ciri utama perang dingin salah satunya adalah…..
a. perlombaan untuk mencari daerah jajahan di luar Eropa
b. saling adu senjata secara terbuka
c. saling berebut pengaruh untuk mencari dukungan dari negara-negara Asia Tenggara
d. perlombaan senjata antara negara-negara anggota NATO dan Pakta Warsawa
e. perang terbuka yang dilaksanakan di luar angkasa

40. Bukan pengertian Perang Dingin  adalah ….
a. persaingan antara negara maju dan berkembang
b. persaingan yang berkembang setelah perang dunia II antara kelompok komunis dan non komunis
c. persaingan memperebutkan hegemoni antara Amerika Serikat dan Uni Sovyet
d. perang yang ditandai oleh sikap ketidakpercayaan, kecurigaan, dan kesalahpahaman antara Blok Barat dan Blok Timur
e. perang yang menekankan pada persoalan ideologi, ekonomi dan politik dengan aksi-aksi militer yang terbatas

41. Keruntuhan Uni Sovyet yang menjadi tanda berakhirnya perang dingin disebabkan ….
a. dikeluarkannya kebijakan perestroika dan glasnot oleh Mikhail Gorbachev
b. ancaman Amerika Serikat yang akan meluncurkan rudal balistiknya ke Uni Sovyet
c. krisis keuangan besar-besaran karena banyak dihabiskan Uni Sovyet untuk kepentingan perang dan militer
d. teknologi komunis sudah melemah
e. teknologi perang Uni Sovyet kalah canggih dari Amerika Serikat

42. Marshall Plan yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat bertujuan ….
a. mencari kawan untuk menghadapi Perang Dunia II    
b. mengibarkan pengaruh demokrasi di wilayah Eropa
c. membangun kembali Eropa yang rusak akibat Perang Dunia II
d. menahan laju Perang Dunia II
e. menahan laju pengaruh Stalin oleh Uni Sovyet

43. Partai yang memegang monopoli pemerintahan Uni Sovyet adalah…..
a. partai konservatif                   c. Partai Nasional Uni Sovyet        e. Partai Demokrat
b. Partai Komunis Uni Sovyet d. Partai Demokrasi Liberal

44. Jerman yang kalah Perang Dunia II akhirnya dipecah menjadi dua berdasarkan konferensi
a. Moskow 1945                         c. Camp David                                  e. Washington1945
b. Yalta 1945                               d. Postdam 1945

45. Bukan negara yang termasuk dalam Blok Timur adalah ….
a. Hungaria                                 c. Bulgaria                             e. Uni Sovyet
b. Jerman Timur                         d. Jerman Barat

46. Situasi pasca Perang Dunia II diwarnai dengan terjadinya perebutan pengaruh antara ….
a. Uni Sovyet dengan Jepang dan Italia                   d. Jerman Barat dengan Jerman Timur
b. Amerika Serikat Dan Uni Sovyet                            e. Uni Sovyet dan Jerman Barat
c. Amerika Serikat dengan Jerman dan Jepang

47. Gerakan Non Blok sesuai dengan politik luar negeri bebas aktif, karena ….
a. anggotanya memihak kepada blok Rusia                       
b. anggotanya semua Negara berkembang
c. anggotanya tidak memihak salah satu blok
d. adanya persamaan nasib
e. Negara-negaranya di kawasan Asia-Afrika
48. Revolusi yang terjadi di kawasan Timur Tengah khususnya Mesir di awal tahun 2011, berhasil menggulingkan presiden terpilihnya yaitu….
a. King Abdul Azis                     c. Moamar Khadafi                          e. Hosni Mubarak
b. Jawaharlal Nehru                  d. Rajif Gandhi

49. Siapakah nama pemimpin/presiden Libyayang ingin digulingkan di awal tahun 2011
a. Zine El Abidine Ben Ali        c. Hosni Mubarak                 e. Ali Abdulah Shaleh
b. Moammar Khadafi                d. Osamah bin Laden

50. Dari peristiwa pembakaran diri yang dilakukan Mohamed Boazizi pada bulan Desember 2010, memicu terjadinya Revolusi Tunisiayang merembet ke Negara-negara kawasan Timur Tengah. Siapa Presiden Tunisiayang berhasil digulingkan dari tampuk kekuasaannya….
a. Zine El Abidine Ben Ali        c. Hosni Mubarak                 e. Ali Abdulah Shaleh
      b. Moammar Khadafi               d. Osamah bin Laden